PENGUJIAN BAHAN TIDAK
MERUSAK/NON-DESTRUKTIF
(NON-DESTRUCTIVE TEST)
MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Kekuatan Bahan Teknik
yang dibina oleh Bapak M. Ihwanuddin S,Pd, M.Pd.
Oleh
Muhamad Diaul Fikri 180513626525
Erlangga Aditama Nugraha 180513626580
Meidiana Eka Yatmawati 180513626526
Muhammad Adi Pradana 180513626530
Muhammad Dhifan Fashalna 180513626604

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
PROGAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK
OTOMOTIF
Oktober 2019
HALAMAN SAMPUL................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3. Tujuan..................................................................................................... 2
1.4. Manfaat................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 4
2.1. Pengertian Pengujian Bahan.................................................................. 4
2.2. Pengertian Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak............................. 4
2.3. Tujuan Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak................................... 5
2.4. Metode Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak.................................. 5
2.5. Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Pengujian Bahan Logam ...... 8
BAB III PENUTUP...................................................................................... 11
3.1. Kesimpulan........................................................................................... 11
3.2. Saran..................................................................................................... 11
Daftar Rujukan............................................................................................. 12
Notulensi Hasi Diskusi Presentasi............................................................... 13
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Visual Inspection........................................................................... 5
Gambar 2 Liquid Penetrant
Test.................................................................... 6
Gambar 3 Magnetic Particle Inspection......................................................... 6
Gambar 4 Eddy Current Test......................................................................... 7
Gambar 5 Ultrasonic Inspection..................................................................... 7
Gambar 6 Radiographic Inspection................................................................ 8
PENDAHULUAN
Bab ini menyajikan (1) Latar
belakang, (2) Rumusan masalah, (3) Tujuan,
(4) Manfaat. Berikut ini merupakan
penjelasan dari masing-masing subbab tersebut.
1.1. Latar Belakang
Ilmu logam adalah ilmu mengenai bahan-bahan logam dimana ilmu ini
berkembang bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar
pengamatan, pengukuran dan pengujian. Pengujian bahan logam saat ini
semakin meluas baik dalam konstruksi permesinan, bangunan maupun bidang
lainnya. Hal ini disebabkan karena sifat logam tang
bisa diubah sehingga pengetahuan tentang metalurgi terus berkembang.
Untuk mengetahui kualitas suatu logam pengujian sangat erat kaitannnya
dengan pemilihan bahan yang akan dipergunakan dalam konstruksi suatu alat
selain itu juga bisa untuk membuktikan suatu teori yang sudah
ada ataupun penemuan baru dibidang metalurgi. Dalam proses
perencanaan dapat juga ditentukan jenis bahan maupun dimensinnya, sehingga
apabila tidak sesuai dapat dicari penggantinnya yang lebih tepat.
Disamping tidak mengabaikan faktor biaya produksi
dan kualitasnnya.
Pengujian material merupakan salah satu cara mengetahui
kualitas material. Pengujian di sini untuk mengetahui sifat-sifat mekanik
material. Sifat mekanik material tidak hanya tergantung pada struktur mikronya.
Suatu paduan dengan komposisi kimia yang sama dapat memiliki mikrostruktur yang
berbeda dan memiliki sifat mekanik yang berbeda pula. Struktur mikro material
tergantung dari proses pengerjaannya, terutama saat perlakuan panas. Perlakuan
panas merupakan gabungan proses pemanasan, pendinginan dan holding dengan
kecepatan tertentu yang dilakukan pada logam atau paduan yang bertujuan untuk
memperbaiki sifat mekanik dan mikrosrukturnya. Proses perlakuan panas pada
dassarnya terdiri dari beberapa tahap dimulai dari pemanasan sampai suhu
tertentu, kemudian ditahan dalam suhu tertentu sebelum kemudian didinginkan
dengan kecepatan tertentu.
Pengujian suatu material perlu dilakukan untuk mengetahui
kualitas suatu logam atau bahan agar dalam penggunaannya untuk perancangan
bahan suatu mesin maupun aplikasinya di masyarakat karena dengan perlakuan
pengujian logam kita dapat menetukan bahan yang tepat untuk rancang bangun
suatu mesin. Selain itu kita juga akan tahu pada logam yang sama ketika
diberikan prlakuan panas berbeda akan punya sifat mekanik yang berbeda pula.
Untuk memperoleh bahan yang memiliki sifat mekanikyang sesuai dengan keinginan
maka perlu dilakukan rekayasa bahan. Suatu bahan dapat dipadu dengan cara yang
tepat. Salah satu perlakuan yang dapat diberikan pada material adalah perlakuan
panas (Heat Treatment). Pada umumnya perlakuan panas diberikan
pada baja, mengingat baja adalah logam yang paling seringdipakai atau dimanfaatkan
untuk berbagai komponen mesin dan alat mekanik lainnya. Karena itu analisis
pengaruh perlakuan panas terhadap sifat-sifay mekanik baja perlu dilakukan.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan
rumusan masalah sebagai berikut:
a) Apa
itu pegujian bahan?
b) Apa
itu pengujian bahan logam tidak merusak?
c) Apa
saja metode pengujian bahan logam tidak merusak?
d) Apa
saja kelebihan dan kekurangan dari metode pengujian bahan logam tidak merusak?
1.3. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
a. Menjelaskan
mengenai pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test).
b. Menjelaskan
tujuan dari pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test).
c. Menjelaskan
metode-metode pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test)..
d. Menjelaskan
kelebihan dan kekurangan metode pengujian bahan yang tidak merusak
(non-destructive test).
1.4. Manfaat
Manfaat dari adanya makalah ini yaitu:
a) Untuk
mengetahui dan memahami pengujian bahan logam yang tidak merusak
(non-destructive test).
b) Untuk
mengetahui dan maksud dan tujuan pengujian bahan logam yang tidak merusak (non-destructive
test).
c) Untuk
mengetahui dan memahami metode pengujian bahan logam yang tidak merusak (non-destructive
test).
d) Untuk
mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan metode pengujian bahan logam
yang tidak merusak (non-destructive test).
PEMBAHASAN
Bab ini akan menjelaskan
tentang (1) Pengertian Pengujian Bahan, (2) Pengertian Pengujian Bahan Logam
Tidak Merusak, (3) Tujuan Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak, (4) Metode
Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak, (5) Kelebihan dan Kekurangan dari Metode
Pengujian Bahan Logam
Tidak Merusak. Berikut ini penjelasan masing-masing subbab diatas.
Tidak Merusak. Berikut ini penjelasan masing-masing subbab diatas.
2.1. Pengertian Pengujian Bahan
Pengujian bahan adalah pengujian suatu material untuk
mengetahui sifat mekanik, cacat, dan lain-lain suatu material. Dalam pengujian
bahan ini ada 2 macam jika ditinjau berdasarkan sifat dari pengujian tersebut,
yaitu :
2.1.1. Pengujian Destruktif
Pengujian destruktif adalah pengujian
suatu material, tapi hasil akhirnya akan menyebabkan cacat atau rusak.
Pengujian ini dilakukan dengan cara merusak benda uji dengan cara
pembebanan atau penekanan sampai benda uji tersebut rusak, dari pengujian
ini akan diperoleh sifat mekanik bahan.
2.1.2. Pengujian Non-Destruktif
Pengujian
non - destruktif adalah salah satu teknik pengujian material tanpa merusak benda ujinya. Pengujian bertujuan untuk
mendeteksi secara dini timbulnya crack atau flaw pada material
secara dini.
2.2. Pengertian Pengujian Bahan
Logam Tidak Merusak
Non Destrtructive Testing
(NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui
adanya cacat, retak, atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes
atau inspeksi. Pada dasarnya, tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material
yang kita gunakan masih aman dan belum melewati toleransi kerusakan
(damagetolerance). Material pesawat diusahakan semaksimal mungkin tidak
mengalami kegagalan (failure) selama masa penggunaannya. NDT dilakukan paling
tidak sebanyak dua kali. Pertama, selama dan diakhir proses fabrikasi, untuk
menentukan suatu komponen dapat diterima setelah melalui tahap-tahap fabrikasi.
NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen. Kedua, NDT
dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya
adalah menemukan kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.
2.3. Tujuan Pengujian Bahan Logam
Tidak Merusak
Untuk mengetahui
keadaan fisik material atau
bagian-bagian dari mesin konstruksi, maka diperlukan beberapa cara, dari
cara yang paling sederhana hingga cara yang memerlukan pengertian khusus. NDT
bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh keadaan material masih layak dipakai
atau perlu diganti, jadi dengan mengetahui adanya keretakan-keretakan akan bisa
diprediksi suatu peralatan masih biasa beroperasi atau harus dilakukan
perbaikan atau perbaikin suku cadangannya.
2.4. Metode Pengujian Bahan Logam Tidak
Merusak
Metode pengujian bahan logam tidak merusak meliputi:
2.4.1.
Visual Inspection
Sering kali metode ini merupakan langkah yang pertama kali diambil
dalam NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan
korosi. Dalam hal ini tentu saja adalah retak yang dapat terlihat oleh mata
telanjang atau dengan bantuan lensa pembesar ataupun boroskop.
Gambar 1. Visual Inspection
2.4.2.
Liquid Penetrant Test
Metode Liquid Penetrant Test merupakan metode NDT
yang paling sederhana.
Metode ini digunakan untuk menemukan cacat di
permukaan terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam, seperti keramik dan plastik fiber. Melalui
metode ini, cacat pada material akan
terlihat lebih jelas. Caranya adalah dengan
memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinspeksi. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi
yang baik dan viskousitas yang rendah
agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material.
Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan nampak jelas jika perbedaan
warna penetrant dengan latar
belakang cukup kontras. Seusai inspeksi, penetrant
yang tertinggal dibersihkan dengan penerapan developer.
Gambar 2. Liquid Penetrant Test
2.4.3.
Magnetic Particle Inspection
Dengan menggunakan metode ini, cacat permukaan
(surface) dan bawah
permukaan (subsurface) suatu komponen dari bahan ferromagnetik dapat diketahui. Prinsipnya adalah dengan memagnetisasi bahan yang akan diuji. Adanya cacat yang
tegak lurus arah medan magnet akan
menyebabkan kebocoran medan magnet. Kebocoran medan
magnet ini mengindikasikan adanya cacat
pada material. Cara yang digunakan untuk memdeteksi adanya kebocoran medan magnet adalah dengan
menaburkan partikel magnetik
dipermukaan. Partikel-partikel tersebuat akan berkumpul pada daerah kebocoran medan magnet.
Gambar 3. Magnetic Particle Inspection
2.4.4.
Eddy Current Test
Inspeksi ini memanfaatkan prinsip elektromagnet. Prinsipnya, arus
listrik dialirkan pada kumparan untuk membangkitkan medan magnet didalamnya.
Jika medan magnet ini dikenakan pada benda logam yang akan diinspeksi, maka
akan terbangkit arus Eddy. Arus Eddy kemudian menginduksi adanya medan magnet.
Medan magnet pada benda akan berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan dan
mengubah impedansi bila ada cacat.
Gambar 4. Eddy Current Test
2.4.5.
Ultrasonic Inspection
Prinsip yang digunakan adalah prinsip gelombang suara. Gelombang
suara yang dirambatkan pada spesimen uji dan sinyal yang ditransmisi atau
dipantulkan diamati dan interpretasikan. Gelombang ultrasonic yang digunakan
memiliki frekuensi 0.5 ± 20 MHz. Gelombang suara akan terpengaruh jika ada
void, retak, atau delaminasi pada material. Gelombang ultrasinic ini
dibangkitkan oleh tranducer dari bahan piezoelektri yang dapat mengubah energi
listrik menjadi energi getaran mekanik kemudian menjadi energi listrik lagi.
Gambar 5. Ultrasonic
Inspection
2.4.6.
Radiographic Inspection
Metode NDT ini dapat untuk menemukan cacat pada material dengan
menggunakan sinar X dan sinar gamma. Prinsipnya, sinar X dipancarkan menembus
material yang diperiksa. Saat menembus objek, sebagian sinar akan diserap
sehingga intensitasnya berkurang. Intensitas akhir kemudaian direkam pada film
yang sensitif. Jika ada cacat pada material maka intensitas yang terekam pada
film tentu akan bervariasi. Hasil rekaman pada film ini lah yang akan
memeprlihatkan bagian material yang mengalami cacat.
Gambar 6. Radiographic
Inspection
2.5. Kelebihan dan
Kekurangan Metode Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak
Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari
metode pengujian bahan logam tidak merusak.
2.5.1.
Visual Inspection
a. Keuntungan metode Visual Inspection :
·
Murah
·
Tidak terlalu rumit
b. Kekurangan metode Visual Inspection :
·
Hanya dapat mendeteksi keberadaan cacat yang berada
dipermukaan material uji.
·
Hanya dapat mendeteksi keberadaan cacat yang
dapat dilihat mata telanjang ataupun dengan menggunakan alat bantu optik.
2.5.2.
Liquid Penetrant Test
a. Keuntungan
metode Liquid Penetrant Test
·
Dapat menginspeksi permukaan yang luas dengan
murah dan cepat
·
Dapat menginspeksi part dengan geometri yang kompleks.
·
Indikasi defect langsung ditampilkan
pada permukaan material dengan permukaan yang ditampilkan
·
Peralatan yang dibutuhkan sedikit.
b. Kekurangan
metode Liquid Penetrant Test
·
Hanya mendeteksi defect yang merusak permukaan
·
Membutuhkan preparasi permukaan untuk
menghilangkan kontaminan yang dapat menutupi defect
·
Membutuhkan permukaan yang relatif halus dantak
berpori
·
Membutuhkan pembersihan setelah pengujian
·
Membutuhkan ruangan dengan
lingkungan gelap dan sinar UV dalam pengujian
·
Membutuhkan kehati-hatian
dalam menggunakan zat kimia (larutan penetrant dan developer)
2.5.3.
Magnetic Particle Inspection
a. Keuntungan
metode Magnetic Particle Inspection
·
Dapat menginspeksi daerah yang luas dan
kompleks secara cepat.
·
Dapat mendeteksi flaw pada permukaan dan
subsurface
·
Preparasi permukaan tidak terlalu dibutuhkan
seperti inspeksi penetrant
·
Indikasi oleh partikel magnet dihasilkan
dipermukaan dan menggambarkan discontinuity
b.
Kekurangan metode Magnetic Particle Inspection
·
Hanya dapat menginspeksi material
ferromagnetic
·
Membutuhkan pengaturan medan magnet yang
tepat
·
Membutuhkan arus yang besar untuk part yang
besar
·
Membutuhkan permukaan yang relatif halus
·
Cat atau material nonmagnetik yang melapisi
komponen mempengaruhi sensitivitas
·
Membutuhkan demagnetisasi dan pembersihan
setelah pengujian.
2.5.4.
Eddy Current Test
a. Keuntungan
metode Eddy Current Test
·
Mendeteksi defect di permukaan
dan daerah near surface
·
Probe tidak perlu
bersentuhan dengan benda uji
·
Dapat digunakan tidak hanya untuk mendeteksi
flaw
·
Preparasi benda uji sangat sederhana
dibandingkan metode lain
b. Kekurangan
metode Eddy Current Test
·
Hanya dapat mendeteksi material yang
konduktif
·
Membutuhkan
perlakuan khusus untuk material ferromagnetik untuk mengatur Permeabilitas
magnetiknya.
·
Kedalaman penetrasi terbatas.
·
Flaw yang terletak sejajar
dengan arah kumparan probe dapat tidak terdeteksi.
2.5.5.
Ultrasonic Inspection
a. Keuntungan
metode Ultrasonic Inspection
·
Kedalaman penetrasi untuk mendeteksi defect sangat baik diatas seluruh metode NDT.
·
Hanya membutuhkan 1 sisi benda uji.
·
Menampilkan informasi jarak pada layar CRT.
·
Preparasi benda uji yang sederhana.
·
Dapat digunakan selain untuk mendeteksi flaw.
b. Kekurangan
metode Ultrasonic Inspection
·
Permukaan harus dapat dijangkau oleh probe dan couplant
·
Skill dan training yang
dibutuhkan lebih tinggi dari metode lain.
·
Finishing dan kekasaran pada
permukaan mempengaruhi hasil inspeksi.
·
Sulit menginspeksi benda yang tipis.
·
Membutuhkan standar referensi.
2.5.6.
Radiographic Inspection
a. Keuntungan
metode Radiographic Inspection
·
Dapat digunakan untuk semua jenis material.
·
Dapat mendeteksi defect di permukaan
dan subsurface.
·
Dapat digunakan untuk menginspeksi bentuk
yang rumit dan struktur yang berlapis tanpa membongkar komponen.
·
Preparasi benda uji sederhana.
b. Kekurangan
metode Radiographic Inspection
·
Skill dan training yang
tinggi dibutuhkan.
·
Pengujian memerlukan 2 sisi benda uji.
·
Arah radiasi pada defect sangat mempengaruhi.
·
Dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk
material yang tebal.
·
Peralatan relatif mahal.
·
Dapat menyebabkan radiasi pada teknisi.
PENUTUP
Bab ini akan menyajikan (1) Kesimpulan dari seluruh pembahasan dalam makalah ini dan (2)
Saran. Berikut ini penjabaran
dari kesimpulan dan saran tersebut.
3.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari makalah pengujian logam yang tidak
merusak adalah sebagai berikut :
1) Pengujian bahan adalah pengujian suatu material untuk mengetahui sifat
mekanik, cacat, dan lain-lain suatu material.
2) Non Destrtructive Testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi
terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau discontinuity
lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi.
3) Metode utama Non Destructive Testing meliputi: Visual Inspection, Liquid
Penetrant Test, Magnetic Particle Inspection, Eddy Current Test, Ultrasonic
Inspection, Radiographic Inspection.
4) Di setiap metode pengujian logam yang tidak merusak, terdapat kelebihan
dan kekuranagn masing masing.
3.2. Saran
Penyusun sadar dalam penulisan laporan praktikum ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan-kesalahan.ole karena itu kritik dan saran dari pembaca
sangat berguna bagi penyusunan laporan praktikum kedepannya. Untuk itu apabila ada
kritik dan saran yang bersifat membangun bisa disampaikan kepada penulis.
Terima kasih.
Daftar Rujukan
Amstead B.H. &
Djaprie, S. 1995. Teknologi Mekanik, Edisi ke-7, Jilid l. Jakarta:
PT. Erlangga.
Arikunto, S. 1997. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Joko, P.S. 2011. Metode Penelitian
Dalam Teori dan Praktik.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Raditya, D. 2012. Pengujian
Tidak Merusak/Non destrtructive testing (NDT), (Online), (http://deryraditya.blogspot.co.id/2014/04/pengujian-bahan_6427.html),
diakses 22 November 2019.
Suherman, Wahid. 1987. Pengetahuan
Bahan. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
Suprapto,
Wahyu. 2017. Teknologi Pengecoran Logam. Malang: UB Press.
Surdai, Tata &
Chijiiwa, Khenji. 1986. Teknik
Pengecoran Logam. Jakarta: PT. Pradnya Pramita.
Suwasti, S. 2013. Ilmu
Bahan. Makasar: Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Notulensi Hasi Diskusi Presentasi
|
No.
|
Pertanyaan
|
Penanya
|
Penjawab
|
|
1
|
Apa ada
hubungan antara NDT dengan Teorema Habibie dan berapa jarak masksimal yang
bisa di test pada inside crack?
|
Jannet
Alfafa
|
M. Diaul Fikri
NDT dan
Teorema Habibie memiliki hubungan dimana NDT digunakan untuk mengetahui
adanya retakan atau patahan dalam sebuah benda kerja dan Teorema Habibie
digunakan untuk menghitung kemngkinan adannya crack yang bisa terjadi di
bahan yang digunakan untuk itu insinyur atau pabrikan akan menghitung unsur
keselamatan lebih tinggi agar kemanan penumpang dapat di tingkatkan.
Jarak
maksimal yang bisa di test pada inside crack ditentukan oleh frekuensi yang
digunakan yaitu berkisar antara 1 Mhz sampai 10 Mhz. Dengan jarak yang bisa
di tembus per Mhz nya berkisar antara 50—100 mm.
|
|
2
|
Bagaimana
prosedur kerja borescope dan dibanding dengan manual bagaimana hasil ujinya?
|
Masruro yuniati
|
Erlangga Aditama Nugraha
Dengan
kemampuan borescope untuk melihat tempat-tempat di mana secara kasat mata
manusia tidak dapat melihat tempat tersebut, borescope adalah instrumen yang
sangat berharga bagi teknisi perawatan pesawat. Tapi seperti semua alat yang
baik, ada cara yang benar dan cara yang salah untuk menggunakan borescope,
terutama ketika melakukan pengujian NDT atau uji tak rusak (UTR) dari
komponen – komponen pesawat.
Bagi yang
terjun di dunia engineering mungkin tidak terlalu sulit memakai borescope.
Cara menggunakannya sangat mudah, untuk model borescope fleksibel dengan
lensa yaitu masukan kabel optic ke dalam mesin atau material yang dianalisa
sambil dipantau secara visual dengan dilihat melalui lensa yang ada di bagian
ujung. Sedangkan untuk video borescope jauh lebih mudah, yaitu dengan
memasukan kabel optic ke dalam material atau mesin yang akan dianalisa
kerusakkannya, kemudian atur pergerakan dan tampilan layar menggunkana
joystick.
|
|
3
|
Masing-masing
kelebihan dan kekurangan NDT?
|
Imam Syaifuddin R.
|
Meidiana Eka Yatmawati
A. Metode Radiografi
Kelebihan
dari Radiografi:
Ø Metode
ini bisa digunakan untuk segala jenis objek atau material
Ø Dapat
diterapkan pada objek yang memiliki struktur yang berlapis dan rumit tanpa
harus membongkar komponen dari material atau objek yang diuji
Ø Cacat
yang terdapat pada surface dan subsurface bisa terdeteksi dengan cepat
Kekurangan
dari Radiografi
Ø Membutuhkan
keahlian khusus dalam untuk menjalankan metode ini
Ø Peralatan
atau instrument yang dibutuhkan harganya cukup mahal
Ø Memerlukan
dua sisi berlawanan pada objek yang diuji
Ø Resiko
berbahaya jika tubuh terpapar radiasi
B. Metode
Ultrasonic Testing
Kelebihan
dari Ultrasonic
Ø Hanya
perlu 1 sisi objek yang diuji
Ø Metode
ultrasonic memiliki penetrasi yang lebih dalam daripada metode yang lainnya
untuk mendeteksi cacat pada material yang diuji
Ø Metode
ini juga bisa digunakan untuk mengukur tebal material atau objek
Ø Hasil
pengujian langsung terekam oleh layar CRT, sehingga data hasil pengujian bisa
langsung diterima
Kekurangan
Ultrasonic
Ø Sangat
beresiko jika digunakan untuk material atau objek yang tipis
Ø Butuh
keahlian khusus untuk membaca daya yang ada di layar CRT
Ø Kekasaran
pada permukaan sangat mempengaruhi hasil inspeksi sehingga lapisan permukaan
juga harus diteliti terlebih dahulu
C. Metode
Magnetic Particle Test
Kelebihan
Magnetic Particle Test
Ø Indikasi
terjadinya cacat atau kerusakkan bisa langsung terlihat
Ø Tidak
perlu repot untuk melakukan kalibrasi peralatan
Ø Bisa
melakukan pengujian di permukaan yang luas
Ø Sangat
cocok jika diaplikasikan pada objek yang memiliki struktur atau bagian yang
besar
Ø Tidak
harus melakukan pembersihan pada objek sebelum pengujian
Kekurangan
Magnetic Particle test
Ø Untuk
menguji objek yang besar maka dibutuhkan arus yang besar
Ø Lapisan
yang melapisi permukaan objek yang diuji dapat mempengaruhi hasil pengukuran
Ø Hanya
dapat digunakan pada objek yang memiliki sifat magnet yang tinggi
D. Metode
Penetrant Testing
Keuntungan
metode liquid penetrant:
Ø Dapat
menginspeksi permukaan yang luas dengan murah dan cepat
Ø Dapat
menginspeksi part dengan geometri yang kompleks.
Ø Indikasi defect langsung
ditampilkan pada permukaan material dengan tampilan visual.
Ø Peralatan
yang dibutuhkan sedikit.
Kekurangan
metode liquid penetrant:
Ø Hanya
mendeteksi defect yang merusak permukaan
Ø Membutuhkan
preparasi permukaan untuk menghilangkan kontaminan yang dapat
menutupi defect
Ø Membutuhkan
permukaan yang relatif halus dan tak berpori
Ø Membutuhkan
pembersihan setelah pengujian
Ø Membutuhkan
ruangan dengan lingkungan gelap dan sinar UV dalam pengujian
Ø Membutuhkan
kehati-hatian dalam menggunakan zat kimia
(larutan penetrant dan developer).
|





