Selasa, 19 Mei 2020

Pengujian Bahan Non-Destruktif | Bahan Teknik


PENGUJIAN BAHAN TIDAK MERUSAK/NON-DESTRUKTIF
(NON-DESTRUCTIVE TEST)




MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Kekuatan Bahan Teknik
yang dibina oleh Bapak M. Ihwanuddin S,Pd, M.Pd.





Oleh
Muhamad Diaul Fikri                                     180513626525
Erlangga Aditama Nugraha                            180513626580
Meidiana Eka Yatmawati                               180513626526
Muhammad Adi Pradana                                180513626530
Muhammad Dhifan Fashalna                          180513626604











UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
PROGAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
Oktober 2019


HALAMAN SAMPUL................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3. Tujuan..................................................................................................... 2
1.4. Manfaat................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 4
2.1. Pengertian Pengujian Bahan.................................................................. 4
2.2. Pengertian Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak............................. 4
2.3. Tujuan Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak................................... 5
2.4. Metode Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak.................................. 5
2.5. Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Pengujian Bahan Logam ...... 8
BAB III PENUTUP...................................................................................... 11
3.1. Kesimpulan........................................................................................... 11
3.2. Saran..................................................................................................... 11
Daftar Rujukan............................................................................................. 12
Notulensi Hasi Diskusi  Presentasi............................................................... 13





DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Visual Inspection........................................................................... 5
Gambar 2 Liquid Penetrant Test.................................................................... 6
Gambar 3 Magnetic Particle Inspection......................................................... 6
Gambar 4 Eddy Current Test......................................................................... 7
Gambar 5 Ultrasonic Inspection..................................................................... 7
Gambar 6 Radiographic Inspection................................................................ 8



BAB I
PENDAHULUAN

Bab ini menyajikan (1) Latar belakang, (2) Rumusan masalah, (3) Tujuan,
(4) Manfaat. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing subbab tersebut.

1.1. Latar Belakang
Ilmu logam adalah ilmu mengenai bahan-bahan logam dimana ilmu ini berkembang bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar pengamatan, pengukuran dan pengujian. Pengujian bahan logam saat ini semakin meluas baik dalam konstruksi permesinan, bangunan maupun bidang lainnya. Hal ini disebabkan karena sifat logam tang bisa diubah sehingga pengetahuan tentang metalurgi terus berkembang. Untuk mengetahui kualitas suatu logam pengujian sangat erat kaitannnya dengan pemilihan bahan yang akan dipergunakan dalam konstruksi suatu alat selain itu juga bisa untuk membuktikan suatu teori yang sudah ada ataupun penemuan baru dibidang metalurgi. Dalam proses perencanaan dapat juga ditentukan jenis bahan maupun dimensinnya, sehingga apabila tidak sesuai dapat dicari penggantinnya yang lebih tepat. Disamping tidak mengabaikan faktor biaya produksi dan kualitasnnya.
Pengujian material merupakan salah satu cara mengetahui kualitas material. Pengujian di sini untuk mengetahui sifat-sifat mekanik material. Sifat mekanik material tidak hanya tergantung pada struktur mikronya. Suatu paduan dengan komposisi kimia yang sama dapat memiliki mikrostruktur yang berbeda dan memiliki sifat mekanik yang berbeda pula. Struktur mikro material tergantung dari proses pengerjaannya, terutama saat perlakuan panas. Perlakuan panas merupakan gabungan proses pemanasan, pendinginan dan holding dengan kecepatan tertentu yang dilakukan pada logam atau paduan yang bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik dan mikrosrukturnya. Proses perlakuan panas pada dassarnya terdiri dari beberapa tahap dimulai dari pemanasan sampai suhu tertentu, kemudian ditahan dalam suhu tertentu sebelum kemudian didinginkan dengan kecepatan tertentu.
Pengujian suatu material perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas suatu logam atau bahan agar dalam penggunaannya untuk perancangan bahan suatu mesin maupun aplikasinya di masyarakat karena dengan perlakuan pengujian logam kita dapat menetukan bahan yang tepat untuk rancang bangun suatu mesin. Selain itu kita juga akan tahu pada logam yang sama ketika diberikan prlakuan panas berbeda akan punya sifat mekanik yang berbeda pula. Untuk memperoleh bahan yang memiliki sifat mekanikyang sesuai dengan keinginan maka perlu dilakukan rekayasa bahan. Suatu bahan dapat dipadu dengan cara yang tepat. Salah satu perlakuan yang dapat diberikan pada material adalah perlakuan panas (Heat Treatment). Pada umumnya perlakuan panas diberikan pada baja, mengingat baja adalah logam yang paling seringdipakai atau dimanfaatkan untuk berbagai komponen mesin dan alat mekanik lainnya. Karena itu analisis pengaruh perlakuan panas terhadap sifat-sifay mekanik baja perlu dilakukan.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
a)      Apa itu pegujian bahan?
b)      Apa itu pengujian bahan logam tidak merusak?
c)      Apa saja metode pengujian bahan logam tidak merusak?
d)      Apa saja kelebihan dan kekurangan dari metode pengujian bahan logam tidak merusak?

1.3. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
a.       Menjelaskan mengenai pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test).
b.      Menjelaskan tujuan dari pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test).
c.       Menjelaskan metode-metode pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test)..
d.      Menjelaskan kelebihan dan kekurangan metode pengujian bahan yang tidak merusak (non-destructive test).

1.4. Manfaat
Manfaat dari adanya makalah ini yaitu:
a)      Untuk mengetahui dan memahami pengujian bahan logam yang tidak merusak (non-destructive test).
b)      Untuk mengetahui dan maksud dan tujuan pengujian bahan logam yang tidak merusak (non-destructive test).
c)      Untuk mengetahui dan memahami metode pengujian bahan logam yang tidak merusak (non-destructive test).
d)      Untuk mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan metode pengujian bahan logam yang tidak merusak (non-destructive test).



BAB II
PEMBAHASAN

Bab ini akan menjelaskan tentang (1) Pengertian Pengujian Bahan, (2) Pengertian Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak, (3) Tujuan Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak, (4) Metode Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak, (5) Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Pengujian Bahan Logam
Tidak Merusak. Berikut ini penjelasan masing-masing subbab diatas.

2.1. Pengertian Pengujian Bahan
Pengujian bahan adalah pengujian suatu material untuk mengetahui sifat mekanik, cacat, dan lain-lain suatu material. Dalam pengujian bahan ini ada 2 macam jika ditinjau berdasarkan sifat dari pengujian tersebut, yaitu :
2.1.1.    Pengujian Destruktif
Pengujian destruktif adalah pengujian suatu material, tapi hasil akhirnya akan menyebabkan cacat atau rusak. Pengujian ini dilakukan dengan cara merusak benda uji dengan cara pembebanan atau penekanan sampai benda uji tersebut rusak, dari pengujian ini akan diperoleh sifat mekanik bahan.
2.1.2.    Pengujian Non-Destruktif
Pengujian non - destruktif adalah salah satu teknik pengujian material tanpa merusak benda ujinya. Pengujian bertujuan untuk mendeteksi secara dini timbulnya crack atau flaw pada material secara dini.

2.2. Pengertian Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak
Non Destrtructive Testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi. Pada dasarnya, tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum melewati toleransi kerusakan (damagetolerance). Material pesawat diusahakan semaksimal mungkin tidak mengalami kegagalan (failure) selama masa penggunaannya. NDT dilakukan paling tidak sebanyak dua kali. Pertama, selama dan diakhir proses fabrikasi, untuk menentukan suatu komponen dapat diterima setelah melalui tahap-tahap fabrikasi. NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen. Kedua, NDT dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah menemukan kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.

2.3. Tujuan Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak
Untuk mengetahui  keadaan fisik material atau  bagian-bagian dari mesin konstruksi, maka diperlukan beberapa cara, dari cara yang paling sederhana hingga cara yang memerlukan pengertian khusus. NDT bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh keadaan material masih layak dipakai atau perlu diganti, jadi dengan mengetahui adanya keretakan-keretakan akan bisa diprediksi suatu peralatan masih biasa beroperasi atau harus dilakukan perbaikan atau perbaikin suku cadangannya.
2.4. Metode Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak
Metode pengujian bahan logam tidak merusak meliputi:
2.4.1.    Visual Inspection
Sering kali metode ini merupakan langkah yang pertama kali diambil dalam NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi. Dalam hal ini tentu saja adalah retak yang dapat terlihat oleh mata telanjang atau dengan bantuan lensa pembesar ataupun boroskop.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKWKBo06JLdymBPUDJI4U7BgtBbAKV0QQP3RKzthW21_ZPQTbqw5kwOI-Tt6DsSsWPmhyphenhyphenpqBOTehCPrngD5HgEz-gCXHqpa1fE0cRj_ysZaUKAKJc8NU34_dYclcFAOYwzjc6Lqk9x6M0/s200/visual+inpection.jpg
Gambar 1. Visual Inspection
2.4.2.    Liquid Penetrant Test
Metode Liquid Penetrant Test merupakan metode NDT yang paling sederhana. Metode ini digunakan untuk menemukan cacat di permukaan terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam, seperti keramik dan plastik fiber. Melalui metode ini, cacat pada material akan terlihat lebih jelas. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinspeksi. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskousitas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan nampak jelas jika perbedaan warna penetrant dengan latar belakang cukup kontras. Seusai inspeksi, penetrant yang tertinggal dibersihkan dengan penerapan developer.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpDU26TYnxIuQjNUpSC-8zVhHEU0AzKfSkeZZ6_OqdWO2DEw8adQTjqQIjqboj0JHDQHVgl2YTQRLamPqF_e9DZJRiMnjOqndGwhQFm0WbDOsAzNfkFFQZAKWYy1swFYxMu430XWR4u3E/s320/liquid+penetrant.jpg
Gambar 2. Liquid Penetrant Test
2.4.3.    Magnetic Particle Inspection
Dengan menggunakan metode ini, cacat permukaan (surface) dan bawah permukaan (subsurface) suatu komponen dari bahan ferromagnetik dapat diketahui. Prinsipnya adalah dengan memagnetisasi bahan yang akan diuji. Adanya cacat yang tegak lurus arah medan magnet akan menyebabkan kebocoran medan magnet. Kebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya cacat pada material. Cara yang digunakan untuk memdeteksi adanya kebocoran  medan magnet adalah dengan menaburkan partikel magnetik dipermukaan. Partikel-partikel tersebuat akan berkumpul pada daerah kebocoran medan magnet.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF2V9wM1v0Qqt8TPNKZdHvRcr7tAdgVuwhxtfQJDrTV-B_Zi-ZmEcshOO19eUAfOSE5dT_Y0XOckaC2UmwS1Efa4HRKdTNnGRIFHFyBWif57pUtzHOrLfXSI4NUVH3JwGgDwxxdfl1rKQ/s1600/magnetic+%25281%2529.jpg
Gambar 3. Magnetic Particle Inspection
2.4.4.    Eddy Current Test
Inspeksi ini memanfaatkan prinsip elektromagnet. Prinsipnya, arus listrik dialirkan pada kumparan untuk membangkitkan medan magnet didalamnya. Jika medan magnet ini dikenakan pada benda logam yang akan diinspeksi, maka akan terbangkit arus Eddy. Arus Eddy kemudian menginduksi adanya medan magnet. Medan magnet pada benda akan berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan dan mengubah impedansi bila ada cacat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-iJD7HABpoLjm0qHOPPMWDPYHz22CFtc3WhqFO6c3MxiGO-zQqs_CzkWv4eM6t-lvKfuvqaPgiIMtDVwcdXDRaL1hvt8nBxOqYbWXtES1thWum2tfKAdZyMaAEV_mK5iUHGg6k95lLsk/s320/eddy.jpg
Gambar 4. Eddy Current Test
2.4.5.    Ultrasonic Inspection
Prinsip yang digunakan adalah prinsip gelombang suara. Gelombang suara yang dirambatkan pada spesimen uji dan sinyal yang ditransmisi atau dipantulkan diamati dan interpretasikan. Gelombang ultrasonic yang digunakan memiliki frekuensi 0.5 ± 20 MHz. Gelombang suara akan terpengaruh jika ada void, retak, atau delaminasi pada material. Gelombang ultrasinic ini dibangkitkan oleh tranducer dari bahan piezoelektri yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi getaran mekanik kemudian menjadi energi listrik lagi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1TfTQsR_ospRWVdEFcoyKmBNG5WSae1pyuVpbsQFAnU_-2AVqWmRKInz9g1fUBkqv_Jx29axVekWROmMKKRzYi1OjPIo0aGWE943B0XTI3RVr8ax19lH14DDvN0IAh9X0TJ0bjdExOS4/s400/ultrasonic.jpg
Gambar 5. Ultrasonic Inspection
2.4.6.    Radiographic Inspection
Metode NDT ini dapat untuk menemukan cacat pada material dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma. Prinsipnya, sinar X dipancarkan menembus material yang diperiksa. Saat menembus objek, sebagian sinar akan diserap sehingga intensitasnya berkurang. Intensitas akhir kemudaian direkam pada film yang sensitif. Jika ada cacat pada material maka intensitas yang terekam pada film tentu akan bervariasi. Hasil rekaman pada film ini lah yang akan memeprlihatkan bagian material yang mengalami cacat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheBUqEfWsXR2RjO7JJA1GVI8rIAyZpxWv7GXHxgGVROIEKQ87jqDuy6gHmTcltB451brPD6SkDWCaHB8PS3sw3R5xeLPqoCtkMe2DRds7qXPQKtC5359ps5USg9cuhpuJdj5CVJyqnKIU/s320/Radiographic%252BInspection.jpg
Gambar 6. Radiographic Inspection

2.5. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pengujian Bahan Logam Tidak Merusak
Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari metode pengujian bahan logam tidak merusak.
2.5.1.    Visual Inspection
a.       Keuntungan metode Visual Inspection :
·         Murah
·         Tidak terlalu rumit
b.      Kekurangan metode Visual Inspection :
·         Hanya dapat mendeteksi keberadaan cacat yang berada dipermukaan material uji.
·         Hanya dapat mendeteksi keberadaan cacat yang dapat dilihat mata telanjang ataupun dengan menggunakan alat bantu optik.
2.5.2.    Liquid Penetrant Test
a.       Keuntungan metode Liquid Penetrant Test
·         Dapat menginspeksi permukaan yang luas dengan murah dan cepat
·         Dapat menginspeksi part dengan geometri yang kompleks.
·         Indikasi defect langsung ditampilkan pada permukaan material dengan permukaan yang ditampilkan
·         Peralatan yang dibutuhkan sedikit.
b.      Kekurangan metode Liquid Penetrant Test
·         Hanya mendeteksi defect yang merusak permukaan
·         Membutuhkan preparasi permukaan untuk menghilangkan kontaminan yang dapat menutupi defect
·         Membutuhkan permukaan yang relatif halus dantak berpori
·         Membutuhkan pembersihan setelah pengujian
·         Membutuhkan ruangan dengan lingkungan gelap dan sinar UV dalam pengujian
·         Membutuhkan kehati-hatian dalam menggunakan zat kimia (larutan penetrant dan developer)
2.5.3.    Magnetic Particle Inspection
a.       Keuntungan metode Magnetic Particle Inspection
·         Dapat menginspeksi daerah yang luas dan kompleks secara cepat.
·         Dapat mendeteksi flaw pada permukaan dan subsurface
·         Preparasi permukaan tidak terlalu dibutuhkan seperti inspeksi penetrant
·         Indikasi oleh partikel magnet dihasilkan dipermukaan dan menggambarkan discontinuity
b.      Kekurangan metode Magnetic Particle Inspection
·         Hanya dapat menginspeksi material ferromagnetic
·         Membutuhkan pengaturan medan magnet yang tepat
·         Membutuhkan arus yang besar untuk part yang besar
·         Membutuhkan permukaan yang relatif halus
·         Cat atau material nonmagnetik yang melapisi komponen mempengaruhi sensitivitas
·         Membutuhkan demagnetisasi dan pembersihan setelah pengujian.
2.5.4.    Eddy Current Test
a.       Keuntungan metode Eddy Current Test
·         Mendeteksi defect di permukaan dan daerah near surface
·         Probe tidak perlu bersentuhan dengan benda uji
·         Dapat digunakan tidak hanya untuk mendeteksi flaw
·         Preparasi benda uji sangat sederhana dibandingkan metode lain
b.      Kekurangan metode Eddy Current Test
·         Hanya dapat mendeteksi material yang konduktif
·         Membutuhkan perlakuan khusus untuk material ferromagnetik untuk mengatur Permeabilitas magnetiknya.
·         Kedalaman penetrasi terbatas.
·         Flaw yang terletak sejajar dengan arah kumparan probe dapat tidak terdeteksi.
2.5.5.    Ultrasonic Inspection
a.       Keuntungan metode Ultrasonic Inspection
·         Kedalaman penetrasi untuk mendeteksi defect sangat baik diatas seluruh metode NDT.
·         Hanya membutuhkan 1 sisi benda uji.
·         Menampilkan informasi jarak pada layar CRT.
·         Preparasi benda uji yang sederhana.
·         Dapat digunakan selain untuk mendeteksi flaw.
b.      Kekurangan metode Ultrasonic Inspection
·         Permukaan harus dapat dijangkau oleh probe dan couplant
·         Skill dan training yang dibutuhkan lebih tinggi dari metode lain.
·         Finishing dan kekasaran pada permukaan  mempengaruhi hasil inspeksi.
·         Sulit menginspeksi benda yang tipis.
·         Membutuhkan standar referensi.

2.5.6.    Radiographic Inspection 
a.       Keuntungan metode Radiographic Inspection
·         Dapat digunakan untuk semua jenis material.
·         Dapat mendeteksi defect di permukaan dan subsurface.
·         Dapat digunakan untuk menginspeksi bentuk yang rumit dan struktur yang berlapis tanpa membongkar komponen.
·         Preparasi benda uji sederhana.
b.      Kekurangan metode Radiographic Inspection
·         Skill dan training yang tinggi dibutuhkan.
·         Pengujian memerlukan 2 sisi benda uji.
·         Arah radiasi pada defect sangat mempengaruhi.
·         Dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk material yang tebal.
·         Peralatan relatif mahal.
·         Dapat menyebabkan radiasi pada teknisi.

BAB III
PENUTUP

Bab ini akan menyajikan (1) Kesimpulan dari seluruh pembahasan dalam makalah ini dan (2) Saran. Berikut ini penjabaran dari kesimpulan dan saran tersebut.

3.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari makalah pengujian logam yang tidak merusak adalah sebagai berikut :
1)      Pengujian bahan adalah pengujian suatu material untuk mengetahui sifat mekanik, cacat, dan lain-lain suatu material.
2)      Non Destrtructive Testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi.
3)      Metode utama Non Destructive Testing meliputi: Visual Inspection, Liquid Penetrant Test, Magnetic Particle Inspection, Eddy Current Test, Ultrasonic Inspection, Radiographic Inspection.
4)      Di setiap metode pengujian logam yang tidak merusak, terdapat kelebihan dan kekuranagn masing masing.

3.2. Saran
Penyusun sadar dalam penulisan laporan praktikum ini masih banyak kekurangan dan kesalahan-kesalahan.ole karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat berguna bagi penyusunan laporan praktikum kedepannya. Untuk itu apabila ada kritik dan saran yang bersifat membangun bisa disampaikan kepada penulis. Terima kasih.



Daftar Rujukan
Amstead  B.H. & Djaprie,  S.  1995. Teknologi  Mekanik, Edisi ke-7, Jilid l. Jakarta: PT. Erlangga.
Arikunto,  S.  1997. Prosedur  Penelitian  Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Joko,  P.S.  2011. Metode  Penelitian  Dalam  Teori dan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Raditya, D. 2012. Pengujian Tidak Merusak/Non destrtructive testing (NDT), (Online), (http://deryraditya.blogspot.co.id/2014/04/pengujian-bahan_6427.html), diakses 22 November 2019.
Suherman, Wahid. 1987. Pengetahuan Bahan. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
Suprapto,    Wahyu.    2017.    Teknologi    Pengecoran Logam. Malang: UB Press.
Surdai,    Tata    &    Chijiiwa,    Khenji.    1986. Teknik Pengecoran Logam. Jakarta: PT. Pradnya Pramita.
Suwasti, S. 2013. Ilmu Bahan. Makasar: Politeknik Negeri Ujung Pandang.




Notulensi Hasi Diskusi  Presentasi
No.
Pertanyaan
Penanya
Penjawab
1

Apa ada hubungan antara NDT dengan Teorema Habibie dan berapa jarak masksimal yang bisa di test pada inside crack?

Jannet Alfafa
M. Diaul Fikri
NDT dan Teorema Habibie memiliki hubungan dimana NDT digunakan untuk mengetahui adanya retakan atau patahan dalam sebuah benda kerja dan Teorema Habibie digunakan untuk menghitung kemngkinan adannya crack yang bisa terjadi di bahan yang digunakan untuk itu insinyur atau pabrikan akan menghitung unsur keselamatan lebih tinggi agar kemanan penumpang dapat di tingkatkan.
Jarak maksimal yang bisa di test pada inside crack ditentukan oleh frekuensi yang digunakan yaitu berkisar antara 1 Mhz sampai 10 Mhz. Dengan jarak yang bisa di tembus per Mhz nya berkisar antara 50—100 mm.

2
Bagaimana prosedur kerja borescope dan dibanding dengan manual bagaimana hasil ujinya?

Masruro yuniati
Erlangga Aditama Nugraha
Dengan kemampuan borescope untuk melihat tempat-tempat di mana secara kasat mata manusia tidak dapat melihat tempat tersebut, borescope adalah instrumen yang sangat berharga bagi teknisi perawatan pesawat. Tapi seperti semua alat yang baik, ada cara yang benar dan cara yang salah untuk menggunakan borescope, terutama ketika melakukan pengujian NDT atau uji tak rusak (UTR) dari komponen – komponen pesawat.
Bagi yang terjun di dunia engineering mungkin tidak terlalu sulit memakai borescope. Cara menggunakannya sangat mudah, untuk model borescope fleksibel dengan lensa yaitu masukan kabel optic ke dalam mesin atau material yang dianalisa sambil dipantau secara visual dengan dilihat melalui lensa yang ada di bagian ujung. Sedangkan untuk video borescope jauh lebih mudah, yaitu dengan memasukan kabel optic ke dalam material atau mesin yang akan dianalisa kerusakkannya, kemudian atur pergerakan dan tampilan layar menggunkana joystick.

3
Masing-masing kelebihan dan kekurangan NDT?

Imam Syaifuddin R.
Meidiana Eka Yatmawati
A. Metode Radiografi
Kelebihan dari Radiografi:
Ø  Metode ini bisa digunakan untuk segala jenis objek atau material
Ø  Dapat diterapkan pada objek yang memiliki struktur yang berlapis dan rumit tanpa harus membongkar komponen dari material atau objek yang diuji
Ø  Cacat yang terdapat pada surface dan subsurface bisa terdeteksi dengan cepat
Kekurangan dari Radiografi
Ø  Membutuhkan keahlian khusus dalam untuk menjalankan metode ini
Ø  Peralatan atau instrument yang dibutuhkan harganya cukup mahal
Ø  Memerlukan dua sisi berlawanan pada objek yang diuji
Ø  Resiko berbahaya jika tubuh terpapar radiasi
B. Metode Ultrasonic Testing
Kelebihan dari Ultrasonic
Ø  Hanya perlu 1 sisi objek yang diuji
Ø  Metode ultrasonic memiliki penetrasi yang lebih dalam daripada metode yang lainnya untuk mendeteksi cacat pada material yang diuji
Ø  Metode ini juga bisa digunakan untuk mengukur tebal material atau objek
Ø  Hasil pengujian langsung terekam oleh layar CRT, sehingga data hasil pengujian bisa langsung diterima
Kekurangan Ultrasonic
Ø  Sangat beresiko jika digunakan untuk material atau objek yang tipis
Ø  Butuh keahlian khusus untuk membaca daya yang ada di layar CRT
Ø  Kekasaran pada permukaan sangat mempengaruhi hasil inspeksi sehingga lapisan permukaan juga harus diteliti terlebih dahulu
C. Metode Magnetic Particle Test
Kelebihan Magnetic Particle Test
Ø  Indikasi terjadinya cacat atau kerusakkan bisa langsung terlihat
Ø  Tidak perlu repot untuk melakukan kalibrasi peralatan
Ø  Bisa melakukan pengujian di permukaan yang luas
Ø  Sangat cocok jika diaplikasikan pada objek yang memiliki struktur atau bagian yang besar
Ø  Tidak harus melakukan pembersihan pada objek sebelum pengujian
Kekurangan Magnetic Particle test
Ø  Untuk menguji objek yang besar maka dibutuhkan arus yang besar
Ø  Lapisan yang melapisi permukaan objek yang diuji dapat mempengaruhi hasil pengukuran
Ø  Hanya dapat digunakan pada objek yang memiliki sifat magnet yang tinggi
D. Metode Penetrant Testing
Keuntungan metode liquid penetrant:
Ø  Dapat menginspeksi permukaan yang luas dengan murah dan cepat
Ø  Dapat menginspeksi part dengan geometri yang kompleks.
Ø  Indikasi defect langsung ditampilkan pada permukaan material dengan tampilan visual.
Ø  Peralatan yang dibutuhkan sedikit.
Kekurangan metode liquid penetrant:
Ø  Hanya mendeteksi defect yang merusak permukaan
Ø  Membutuhkan preparasi permukaan untuk menghilangkan kontaminan yang dapat menutupi defect
Ø  Membutuhkan permukaan yang relatif halus dan tak berpori
Ø  Membutuhkan pembersihan setelah pengujian
Ø  Membutuhkan ruangan dengan lingkungan gelap dan sinar UV dalam pengujian
Ø  Membutuhkan kehati-hatian dalam menggunakan zat kimia (larutan penetrant dan developer).